BEKASI - Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mengingatkan bahwa target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 90 persen pada akhir 2025 terancam sulit tercapai.
Ia menilai dinamika internal di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi salah satu faktor penghambat.
Muin menjelaskan, rotasi besar-besaran pejabat di Bapenda telah mengganggu ritme kerja dan konsistensi kinerja birokrasi.
Hampir seluruh posisi pejabat mengalami pergantian sehingga proses adaptasi menjadi tak terhindarkan.
“Penyesuaian dengan personel baru pasti memerlukan waktu. Hampir seluruh pejabat berganti, tentu ada dampak dari proses itu,” ujarnya.
Padahal, dalam beberapa tahun terakhir capaian PAD Kota Bekasi tercatat stabil pada kisaran 90 persen, bahkan pernah mencapai 98 persen.
Namun, Muin menilai tahun ini situasinya tidak seideal sebelumnya.
“Target 90 persen mungkin berat dicapai, tapi kita masih berharap Bapenda bisa kerja keras untuk mengejar di sisa waktu ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Bapenda bukan sebatas persoalan administrasi.
Para pejabat baru harus mampu memahami secara cepat peta potensi pendapatan di berbagai sektor, mulai dari pajak daerah hingga retribusi layanan publik.
DPRD Kota Bekasi mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi kinerja agar target PAD tidak kembali menjadi angka harapan di atas kertas.
“Kita akan lihat di Desember nanti, apakah kerja keras mereka bisa menutup kekurangan,” tegas Muin.(ADV)
