ASN Ngamuk Saat Diklarifikasi, Wartawan Klaim Dilarang Masuk Toilet Dispora Kota Bekasi

Foto: Diduga oknum ASN yang mengamuk saat dimintai konfirmasi


BEKASI – Ketegangan terjadi di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi ketika seorang wartawan, Dirham, terlibat cekcok dengan seorang oknum ASN hanya gara-gara persoalan sederhana: ingin buang air kecil. 


Insiden yang berlangsung pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB itu berbuntut panjang hingga melibatkan pengurus organisasi kewartawanan.


Kronologi Awal: Wartawan Mendesak Ingin Ke Toilet


Dirham menuturkan, kejadian bermula ketika ia sedang berada di sekitar Gedung Dispora Kota Bekasi dan mendadak harus mencari toilet karena tak mampu lagi menahan buang air kecil.


“Saya sudah sangat tidak kuat. Di lorong dekat toilet ada tiga ASN sedang ngobrol. Saya tunggu di depan toilet, begitu ada orang keluar, saya langsung masuk. Tapi orang itu kayak mau menghalangi, minta saya antre,” ujarnya kepada Rakyat News.


Karena kondisi fisik yang benar-benar mendesak, Dirham hanya spontan melontarkan kalimat, “Ya elah, buang kecil aja.”


Respons ASN Memanas


Tak disangka, ucapan itu justru memicu reaksi keras dari salah satu ASN Dispora. Oknum tersebut membalas dengan nada tinggi yang dinilai bersifat arogan.


“Dia membalas sambil teriak, ‘Duluan ya elah,’ nada suaranya tinggi sekali,” kata Dirham.


Dirham menyebut sikap tersebut tidak profesional dan menunjukkan ketidaksiapan ASN itu dalam menghadapi situasi sederhana di area pelayanan publik. 


Oknum ASN itu juga menolak menyebutkan nama maupun jabatan resminya.


Korban Kembali Datang Bersama Wasekjen PWI


Setelah kejadian, Dirham kemudian kembali ke lokasi bersama Wasekjen PWI Bekasi Raya, Suryono, yang akrab disapa Ketua Aing, untuk meminta klarifikasi siapa sebenarnya yang melarang dan mengapa sikap tersebut bisa muncul.


Namun bukan penjelasan yang mereka dapat, melainkan pertengkaran baru. Saat dikonfirmasi, oknum ASN itu justru mengamuk dan menunjukkan ketidaksenangan karena dipertanyakan sikapnya.


Menurut Suryono, tindakan oknum ASN tersebut tidak hanya tidak profesional, tetapi juga tidak manusiawi, terlebih karena melarang seseorang yang sedang dalam kondisi terdesak untuk menggunakan toilet.


“Ini soal kemanusiaan. Tidak ada alasan bagi siapapun apalagi ASN melarang orang buang air kecil, apalagi sampai marah ketika diklarifikasi,” tegas Suryono.


Belum Ada Respons Resmi Dispora


Hingga berita ini diterbitkan, Dispora Kota Bekasi belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut maupun identitas oknum ASN yang bersangkutan.