Hanyut di Kali Jambe, Bocah 7 Tahun Masih Dicari Tim SAR Gabungan

 

Foto: Tim SAR menyisir Kali Jambe dengan perahu karet dan kano untuk mencari bocah tenggelam.(Ist)


BEKASI - Suasana bantaran Kali Jambe di Kecamatan Tambun Selatan mendadak mencekam. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus sungai, Selasa (13/1/2026).


Korban berinisial MAA dilaporkan hanyut sekitar pukul 16.00 WIB saat bermain di sekitar bantaran sungai. Diduga, korban kehilangan pijakan sebelum akhirnya terseret arus Kali Jambe yang cukup deras.


Hingga Rabu (14/1) siang, upaya pencarian masih terus dilakukan. Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan dikerahkan secara maksimal untuk menemukan korban.


“Pencarian kami lakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan dan sarana pendukung yang tersedia,” ujar Erdi.


Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan kano, disertai pemantauan visual di sepanjang bantaran Kali Jambe. 


Area pencarian pun diperluas hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian, menyesuaikan kemungkinan korban terbawa arus.


Puluhan personel terlibat dalam operasi ini, terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD Kabupaten Bekasi, PMI, serta sejumlah relawan dan komunitas SAR.


Di tengah upaya pencarian, tim SAR juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai.


“Kami mengingatkan warga untuk selalu mengawasi anak-anak saat bermain di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras, agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Erdi.


Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir aliran Kali Jambe, berharap korban segera ditemukan.