MEDAN - Aksi heroik seorang siswi kelas 3 SD, Jovita Vianitan (9), berujung dramatis.
Jovita terseret sejauh 20 meter oleh sepeda motor pelaku penjambretan saat berusaha mempertahankan ponsel dan uangnya di depan rumahnya di Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1) sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut Darfan (52), ayah korban, Jovita baru pulang sekolah dan sendirian di rumah saat kejadian.
“Dia dengar pintu depan terbuka, kira saya pulang, ternyata ada orang masuk, langsung ambil uang sama HP. Anak saya lari ke depan sambil teriak, ‘Bang, jangan HP aku, jangan!’,” ungkap Darfan saat ditemui di kediamannya, Senin (12/1/2026).
Dalam upaya mempertahankan barang miliknya, Jovita berpegangan pada behel motor pelaku yang kemudian panik dan melaju kencang.
“Pelaku nggak peduli, motornya terus dipacu. Anak saya terseret jauh,” tambah Darfan.
Beruntung, ponsel Jovita akhirnya berhasil diselamatkan setelah pelaku menghentikan sepeda motornya karena takut diamuk massa.
Namun, uang tunai sebesar Rp 100.000 milik Jovita tetap dibawa kabur pelaku.
Akibat insiden tersebut, Jovita mengalami luka di bawah lutut kanan dan kiri.
“Lukanya cukup parah. Orang itu bukan manusia,” katanya sambil menahan emosi.
Darfan berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Ia mengaku telah melapor ke Polres Pelabuhan Belawan.
“Harapannya pelaku tertangkap. Kalau tidak, bisa saja terjadi lagi, bahkan lebih parah,” tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, memastikan pihaknya telah mengidentifikasi pelaku.
“Laporan sudah diterima dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya semoga cepat tertangkap,” ujar Agus, Senin (12/1).
Kasus ini menjadi peringatan serius terkait meningkatnya aksi penjambretan yang menyasar anak-anak di kota-kota besar.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
