![]() |
| Foto: Lokasi yang diduga tempat penampungan dan penjernihan minyak mentah di Jl KH Noer Ali, Kota Bekasi. |
BEKASI - Aktivitas sebuah lokasi tertutup di Jalan KH Noer Ali, tepat di samping pintu keluar Tol Bintara Jaya, Kota Bekasi, menjadi perhatian warga.
Lokasi tersebut disebut-sebut digunakan untuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan penampungan dan pemurnian minyak mentah.
Namun, status kegiatan maupun perizinannya hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Informasi itu kemudian ditelusuri dengan mendatangi langsung lokasi yang dimaksud untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus meminta keterangan dari pihak yang berada di tempat tersebut.
Dari pantauan di lokasi, area tersebut terlihat cukup tertutup. Sejumlah kendaraan tampak berada di dalam area, di antaranya beberapa mobil boks, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Innova.
Awak media kemudian meminta izin untuk memasuki area tersebut.
Di dalam lokasi, terlihat sejumlah perlengkapan berupa selang berukuran besar, beberapa drum, serta kempu.
Peralatan tersebut terlihat berada di area yang disebut warga sebagai tempat aktivitas penampungan dan pemurnian minyak.
Meski demikian, keberadaan perlengkapan tersebut belum dapat memastikan secara mandiri jenis kegiatan yang berlangsung maupun status perizinannya.
Kepastian mengenai hal itu tetap membutuhkan penjelasan dari pihak berwenang.
Diki: Aktivitas Sudah Lama
Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang pria bernama Diki mengaku sebagai penanggung jawab tempat tersebut.
Diki mengatakan, aktivitas di lokasi itu sudah berlangsung cukup lama.
“Tempat tersebut sudah beraktivitas sudah lama dan sudah berkoordinasi kepada kepolisian Polres Bekasi Kota,” kata Diki saat dikonfirmasi.
Dalam keterangannya, Diki juga menyebut adanya seseorang bernama Rangga yang menurutnya berasal dari unit Krimsus Polres Bekasi Kota.
“Rangga unit Krimsus yang sudah berkoordinasi kepada saya untuk kegiatan di dalam area tersebut,” ujar Diki.
Diki kemudian menyebut nama Putu Kholis dalam penjelasannya mengenai koordinasi tersebut.
“Dari Rangga Krimsus langsung ke atas Putu Kholis,” kata Diki.
Nama Putu Kholis yang disebut Diki kemudian dikaitkan dengan sosok yang disebut sebagai Kapolres Bekasi Kota.
Namun, keterangan mengenai adanya koordinasi tersebut masih bersumber dari pernyataan Diki.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polres Bekasi Kota maupun Putu Kholis untuk memastikan keterangan tersebut.
Warga Sebut Mobil Tangki Kerap Keluar-Masuk
Tak jauh dari lokasi, seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan juga memberikan keterangan mengenai aktivitas di tempat tersebut.
Warga itu mengaku sering melihat kendaraan tangki keluar-masuk area.
“Sering keluar masuk mobil tangki, Pak. Tapi tidak tahu di dalam itu tempat apa,” ujar warga tersebut.
Selain melihat kendaraan tangki, warga mengaku kerap mencium aroma yang menyerupai bau minyak dari arah lokasi.
“Baunya kaya minyak, kebawa angin sampai ke sini,” katanya.
Keterangan warga tersebut menjadi informasi tambahan yang perlu ditelusuri lebih jauh, terutama mengenai aktivitas kendaraan tangki dan jenis kegiatan yang berlangsung di dalam area.
Legalitas dan Aktivitas Masih Menunggu Penjelasan
Temuan di lapangan, keterangan Diki, serta informasi dari warga membuat aktivitas di lokasi tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan.
Mulai dari jenis minyak yang berada di lokasi, asal bahan, aktivitas yang dilakukan, hingga legalitas dan perizinan tempat tersebut.
Jika benar terdapat kegiatan penampungan maupun pemurnian minyak mentah, aspek perizinan dan pengawasan menjadi hal yang perlu dijelaskan kepada publik.
Begitu pula dengan pernyataan Diki mengenai adanya koordinasi dengan pihak kepolisian.
Informasi tersebut membutuhkan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bekasi Kota maupun pemerintah setempat terkait aktivitas di lokasi tersebut, termasuk mengenai status perizinan, dugaan penampungan dan pemurnian minyak, serta pernyataan Diki mengenai adanya koordinasi dengan pihak kepolisian.
Awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai aktivitas di lokasi tersebut.
