Pelarian Berakhir di Surabaya, Dua Pelaku Penusukan Maut di Kemang Ditangkap Polisi

 

Foto: Ilustrasi.(Ai) 


JAKARTA - Upaya pelarian dua pelaku penusukan brutal yang menewaskan seorang pria di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akhirnya terhenti. 


Polisi berhasil membekuk keduanya setelah perburuan lintas kota yang berlangsung selama beberapa hari.


Dua tersangka berinisial HW dan TM ditangkap aparat kepolisian saat hendak melarikan diri ke luar Pulau Jawa. 


Keduanya diringkus di Gapura Surya, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (10/1/2026).


Plt Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggalayuda, membenarkan penangkapan tersebut. 


Ia menyatakan saat ini kedua pelaku telah diamankan dan ditangani oleh Polsek Mampang Prapatan.


“Sudah ditangkap dan ditangani Polsek Mampang,” ujarnya kepada wartawan.


Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Wahid Key, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja sama intensif antara Polsek Mampang dan Polres Metro Jakarta Selatan. 


Pengejaran dilakukan setelah para pelaku diketahui berupaya menghilangkan jejak, menyusul viralnya rekaman video insiden tersebut di media sosial.


“Para pelaku berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran petugas. Mulai dari Depok, Tangerang, Jakarta, hingga Surabaya. Bahkan mereka berencana kabur ke wilayah timur Indonesia melalui jalur laut,” ungkap Kompol Wahid.


Namun rencana pelarian itu gagal. Polisi yang dibantu jajaran Polres KP3 Tanjung Perak Surabaya berhasil meringkus HW dan TM saat keduanya hendak meninggalkan Pulau Jawa.


Sebelumnya, peristiwa penusukan ini mengguncang publik setelah videonya viral di media sosial. 


Insiden terjadi pada Kamis (1/1/2025) dini hari, saat perayaan malam tahun baru di kawasan Kemang.


Korban berinisial RAF (29) diserang secara brutal oleh sekelompok orang tak dikenal. 


Berdasarkan keterangan dalam video yang beredar, saat itu RAF bersama dua rekannya tengah berada di dalam mobil dan melintas di Jalan Raya Kemang, tepatnya di depan McDonald’s Kemang, ketika tiba-tiba diserang oleh tiga orang yang berboncengan sepeda motor.


Warga sekitar sempat berusaha melerai. Namun situasi berubah mencekam ketika korban dipukul dan ditusuk hingga mengalami luka parah. 


RAF kemudian dilarikan ke RS Kramat Jati dan menjalani perawatan intensif.


Setelah lima hari berjuang melawan luka serius yang dideritanya, RAF dinyatakan meninggal dunia pada 5 Januari 2026


Jenazah korban dimakamkan pihak keluarga sehari kemudian.


Kini, dengan tertangkapnya dua pelaku utama, polisi melanjutkan pendalaman kasus untuk mengungkap peran pelaku lainnya serta motif di balik aksi kekerasan yang berujung maut tersebut.